Tuesday, January 31, 2017

Selimut

Risau bersandar di punggung
memaksaku terkungkung dalam bisu yang linglung

Aku termenung, terlalu banyak kelebat yang beterbangan
Tak lagi kumaui bibirmu
Hanya ingin ia berada padamu agar dapat rekah senyum yang indah itu

Andai aku dapat merengkuhmu. Saat-saat seperti ini, saat-saat nanti.
saat-saat ketika tak perlu lagi resah, saat-saat ketika kita tak lagi salah.
Jangan jatuh, 
Karena aku yang luruh.
Jangan perih,
Kan kudendangkan lirih.
Aku menyayangimu.
Betapa kuharap rasa ini dapat menjelma peluk yang tak hentihenti menghangatkanmu.
Aku harap menjadi api unggun, yang tak henti membara. Bagimu.

Tuesday, January 24, 2017

Kling

Suaramu adalah secangkir coklat panas yang kureguk di ladang salju.
Suaramu adalah selimut terhangat dikamar ibuku.
Suaramu adalah candu yang tak hilang setelah ditengkar waktu.

(I'm glad i recorded some)

Monday, January 9, 2017

Selayaknya semut yang bisa mati di ladang gula, pun manusia yang bisa tenggelam di lautan cinta.

Tuesday, January 3, 2017

Kau senyata senja yang kuintip dari bilik jendela sebuah ruang bawah tanah.